Facebook

blogger-disqus-facebook
Tampilkan postingan dengan label Uang Rupiah Baru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Uang Rupiah Baru. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 Februari 2017

MAN Kediri 2 Kota Kediri M2+v Edisi Magnifitenth Apa pendapat mereka?


          Uang baru emisi 2016 sudah disebar ke penjuru Negeri. Termasuk Kediri. Namun apa jawaban masyarakat mengenai apa uang rupiah baru? berikut jawaban mereka.

Share:

Jumat, 24 Februari 2017

MAN Kediri 2 Kota Kediri M2+v Edisi Magnifitenth Apa harapan mereka?


     Uang baru emisi 2016 memang sempat menjadi viral. meski begitu, masyarakat mempunyai keinginan/harapan. keberagaman jawaban kami dapatkan. namun mayoritas menjawab ingin ada sosialisasi kepada masyarakat  luas. berikut videonya



Share:

Rabu, 22 Februari 2017

MAN Kediri 2 Kota Kediri M2+v Edisi Magnifitenth - Penyebaran Uang Rupiah



     Penyebaran uang rupiah di Indonesia tidak hanya melalui jalan mudah. namun juga melalui jalan yang sulit. terutama daerah pelosok Nusantara yang terisolasi. berikut adalah video yang menjelaskan mengenai distribusi uang rupiah di Nusantara


Share:

MAN Kediri 2 Kota Kediri M2+v Edisi Magnifitenth Wawancara di BI


    Video ini adalah video karya kami saat melakukan wawancara di Bank Indonesia Kediri untuk menggali informasi yang akan dipasang di blog Media Manda.


 
Share:

Cekrak-Cekrek, Netizen Mulai Narsis dengan Uang Baru

Sejak diluncurkan uang baru pada 19 desember 2016, uang baru sudah beredar di masyarakat sejak itu pula, banyak netizen yang mulai selfie dengan uang emisi baru. Fenomena selfie dengan uang rupiah emisi baru memang baru kali ini terjadi , hal ini dikarenakan semua model atau desain uang baru diluncurkan pada saat yang bersamaan pada uang kertas dan logam.
     Instagram merupakan situs yang paling banyak menampilkan wajah narsis netizen dengan uang rupiah baru mereka. Memang instagram merupakan site yang khusus menampilkan gambar maupun vidio sehingga sangat mudah dimanfaatkan oleh netizen. 

        Antusiasme masyarakat yang tinggi dengan uang baru ini memang bisa dikatakan menjadi tren. Hanya saja apapun kejadianya, masyarakat tidak bisa main hakim sendiri dengan seluruh rumor di internet. Semua kabar miring mengenai uang baru di internet seharusnya diklarifikasikan segera sehingga tidak muncul gosip yang dapat mencelakakan bangsa(fsh).
Share:

Keragaman Sebagai Dasar Rupiah Baru


      Rupiah merupakan mata uang NKRI dan merupakan alat pembayaran yang sah didalamnya.Desain Rupiah yang berubah sejak dulu hingga sekarang sudah pasti memiliki ketentuan ketentuan yang harus diperhatikan. Antara lain gambar pahlawan,Tari Tradisional,dll.
     Pemilihan gambar pahlawan juga harus memeperhatikan beberapa hal antara lain wilayah asal pahlawan tersebut,perizinan dari keluarga. Diluncurkan uang rupiah emisi 2016 lalu yang dilakukan serentak memiliki berbagai gambar dari masing masing daerah,mulai dari sabang sampai merauke. Pada emisi emisi lalu hampir tidak ada mata uang yang menggunakan pahlawan dari Papua. Namun pada emisi baru ini digunakan pahlawan frans kaisiepo yaitu pahlawan dari Papua. Artinya peluncuran uang baru emisi 2016 lalu sudah meratakan wilayah pahlawan yang dijadikan gambar uang rupiah baru. Tcut mutia yang berasal dari sumatra hingga frans kaisiepo yang berasal dari Papua.

    Pemandangan atau pesona alam nusantara juga sangatlah penting. Pemandangan yang digunakan untuk uang rupiah emisi 2016 lalu antara lain Raja Ampat,Taman Nasional Komodo,Pemandangan Alam Derawan, Pemandangan Alam Wakatobi,Gunung Bromo,Ngarai Sianok,Banda Neira(fsh).
Share:

Selasa, 21 Februari 2017

Unit PUR Kediri Tegaskan, “Bukan Gambar Palu Arit di Pecahan Uang Baru”


     Kediri, 20 februari 2017- peresmian uang rupiah baru pada 19 desember 2016 ternyata menimbulkan berbagai macam kontroversi bagi sebagian masyarakat indonesia. Salah satunya yaitu isu negatif mengenai lambang palu arit dimata uang kertas baru.  Sebagian dari mereka menganggap gambar tersebut merupakan lambang komunis. Akan tetapi , pada pecahan uang kertas  telah dicetak jelas bahwa uang tersebut merupakan milik NKRI bukanlah komunis. “gambar palu arit sangat tidak benar sekali”.  Ujar dadang wahyu asmoro selaku staf di unit PUR bank indonesia kediri pada interview bersama BI kediri.

    Meski dari pihak bank indonesia berusaha meluruskan isu-isu negatif melalui berbagai sosialisasi, tak jarang juga masyarakat masih bersikukuh membantah kebenaran dari bank indonesia. Jika diletakkan dibawah sinar ultraviolet , lambang yang dianggap palu arit tersebut merupakan rectoverso yang jika diterawang akan berbentuk logo Bank indonesia yang utuh. Rectoverso merupakan suatu teknik cetak khusus  pada uang kertas dengan posisi yang sama dan saling membelakangi. “ kalau persepsi saya, ini bukan palu arit, palunya mana? Kalau arit juga enggak kayaknya”.

    Dibagian depan dan bagian belakang uang kertas terdapat suatu ornamen khusus seperti gambar tidak beraturan. penempatan rectoverso tersebut untuk keamanan uang rupiah baru agar tidak dapat dipalsukan.  Tambah dadang final(ris).
Share:

Emisi Mata Uang Baru, Keamanan Uang Meningkat



     Kediri, 21 februari 2017- pada tanggal 19 desember 2016 lalu, bank indonesia telah meluncurkan 11 pecahan  uang rupiah baru sebagai alat pembayaran yang sah terdiri dari 7 pecahan uang kertas dan dan 4 pecahan uang logam. Uang rupiah baru tersebut telah dilengkapi dengan unsur pengamanan yang lebih kuat guna meminimalisir peredaran uang palsu . pengamanan tersebut antara lain color shifting, rainbow feature, latent image, ultraviolet feature, lactile effect, dan rectoverso.

     Dalam rangka mempermudah masyarakat mengenali keaslian uang emisi 2016 ini juga dilengkapi kode tunanetra (blind code) yang berupa effect rabaan(tactile effect) agar membantu mereka yang mengalami keterbatasan visual dapat membedakan antar pecahan uang dengan mudah.
Dalam proses distribusi uang rupiah barupun keamananya tidak diabaikan. 3 jalur distribusi dijaga ketat dengan pengawalan TNI(fsh).
Share:

Bagai Harta Karun, Masyarakat Memburunya



   Kediri, 21 Februari 2017- Semenjak peluncuran uang baru pada 19 desember 2016 dilaksanakan, antusiasme masyarakat terhadap uang emisi baru sangat tinggi. Bank Indonesia di berbagai daerah yang melakukan  penukaran uang hampir dipenuhi dengan para nasabah yang ingin menukarkan uangnya serta selfie dengan uang baru mereka.

    Bagi masyarakaat kediri , bisa melakukan penukaran uang di bank indonesia kediri pada hari selasa dan kamis pukul  08.00-12.00. penukarn uang ini hanya dibatasi 5 lembar saja dengan sistem kupon yang terbatas.

     Banyak pro-kontra yang muncul di internet mengenai uang baru-baru ini. Mulai dari percetakan  uang di kudus, lambang palu arit, dan lain-lain. Bahkan tidak sedikit HOAX yang muncul. Semua gosip yang ada hanyalah angin lalu(fsh).
Share:

Kriteria Penempatan Gambar Pahlawan di Uang Rupiah Baru


Dalam penempatan gambar  pahlawan di uang rupiah baru, Bank Indonesia telah berkonsultasi  dengan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah  melalui proses focus group  discussions (FGD) dengan sejarawan, akademisi  dan instasi yang terkait lainya .
 
Kriteria:
1. Gambar pahlawan dapat mewakili seluruh wilayah indonesia( dari sabang sampai merauke)
2. Belum pernah digunakan dalam uang rupiah kecuali gambar pahlawan proklamator.
3.   Adanya keterwakilan daerah.
4.   Keterwakilan gender.
5.   Dapat diterima semua pihak  dan tidak menimbulkan kontroversi
6.   Ada persetujuan dari ahli waris(ris).
Share:

Nasib Uang Lama, Setelah Penerbitan Uang Baru


     Kediri, 21 februari 2017- meski dari departemen peredaran uang pusat Jakarta bank indonesia kediri belum mendapatkan info mengenai target penarikan uang secara keseluruhan, sehingga uang emisi sebelumnya masih berlaku sebagai alat pembayaran yang sah. Akan tetapi, dari pihak bank indonesia(BI) sekarang tidak lagi mencetak uang emisi sebelumnya sehingga dalam proses produksinya, akan diproduksi uang emisi baru yaitu emisi 2016.

     Walaupun muncul uang uang emisi baru, tetapi BI tidak akan langsung menghancurkan uang emisi lama yang masih ada di kas BI dan Perum Peruri sehingga uang emisi lama masih beredar hingga saat ini(ris).
Share:

Senin, 20 Februari 2017

Frans Kaisiepo, Pahlawan Dari Papua Pertama Di mata Uang

     Frans Kaisiepo (lahir di Wardo, Biak, Papua, 10 Oktober 1921 – meninggal di Jayapura, Papua, 10 April 1979 pada umur 57 tahun) adalah pahlawan nasional Indonesia dari Papua. Frans terlibat dalam Konferensi Malino tahun 1946 yang membicarakan mengenai pembentukan Republik Indonesia Serikat sebagai wakil dari Papua. Ia mengusulkan nama Irian, kata dalam bahasa Biak yang berarti beruap. Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai Gubernur Papua antara tahun 1964-1973. Ia dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Cendrawasih, Jayapura. Untuk mengenang jasanya, namanya diabadikan sebagai nama Bandar Udara Frans Kaisiepo di Biak.
     Frans Kaisiepo adalah pahlawan nasional Indonesia yang lahir di Wardo, 10 Oktober 1921 dan wafat 10 April 1979. Frans terlibat dalam Konferensi Malino(1946) yang membicarakan mengenai pembentukan Republik Indonesia Serikat sebagai wakil dari Papua. Ia mengusulkan nama Irian, yang berasal dari bahasa Biak yang berarti beruap. Frans dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Cendrawasih, Jayapura.

      Bandar Udara Frans Kaisiepo adalah bandar udara yang terletak di Biak, Kabupaten Biak Numfor, Papua. Bandara ini menjadi pusat penerbangan pada masa penjajahan Belanda di Indonesia dan pada masa pembebasan Irian Barat. Landasan pacu yang digunakan masih digunakan saat ini merupakan peninggalan Belanda yang dibangun pada masa Perang Dunia II. Saat ini, bandar udara ini dikelola oleh PT Angkasa Pura I. Bandar udara ini menempati posisi keempat sebagai bandara dengan landasan pacu terpanjang di Indonesia. Setelah Bandar Udara Hang Nadim di Batam, Bandar Udara Internasional Kualanamu di Medan, dan Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta di Jakarta.

    Konferensi Malino adalah sebuah konferensi yang berlangsung pada tanggal 15 Juli - 25 Juli 1946 di Kota Malino, Sulawesi Selatan dengan tujuan membahas rencana pembentukan negara-negara bagian yang berbentuk federasi di Indonesia serta rencana pembentukan negara yang meliputi daerah-daerah di Indonesia bagian Timur. Konferensi ini dihadiri oleh 39 orang dari 15 daerah dari Kalimantan (Borneo) dan Timur Besar (De Groote Oost).

     Dalam kerangka SEAC setelah Perang Dunia II, Australia menyerahkan kembali wilayah Indonesia timur kepada Belanda pada 15 Juli 1946. Dengan demikian pemerintah Belanda(NICA) mendapatkan kembali wilayah Indonesia timur de jure and de facto. Segera setelah penyerahan ini, pemerintah NICA dipimpin oleh Letnan Gubernur Jendral Van Mook mengadakan Konferensi Malino pada tanggal 15 Juli - 25 Juli 1946 di Kota Malino, Sulawesi Selatan. Konferensi ini dihadiri oleh 39 orang dari 15 daerah dari Kalimantan (Borneo) dan Timur Besar (De Groote Oost) dengan tujuan membahas rencana pembentukan negara-negara bagian yang berbentuk federasi di Indonesia serta rencana pembentukan negara yang meliputi daerah-daerah di Indonesia bagian Timur.

      Dalam konferensi yang dipimpin Gubernur Jenderal Hindia Belanda Van Mook tersebut dibentuk Komisariat Umum Pemerintah (Algemeene Regeeringscommissaris) untuk Kalimantan dan Timur Besar yang dikepalai Dr. W. Hoven. Diangkat pula menjadi anggota luar biasa Dewan Kepala-kepala Departemen (Raad van Departementshooden) untuk urusan kenegaraan adalah Sukawati (Bali), Najamuddin (Sulawesi Selatan), Dengah (Minahasa), Tahya (Maluku Selatan), Dr. Liem Tjae Le (Bangka, Belitung, Riau), Ibrahim Sedar (Kalimantan Selatan) dan Oeray Saleh (Kalimantan Barat), yang disebut pula "Komisi Tujuh". Peraturan pembentukan negara-negara bagian diputuskan dalam konferensi berikutnya di Denpasar, Bali. Sebelum itu akan dilangsungkan konferensi dengan wakil golongan minoritas di Pangkal Pinang, Pulau Bangka.
Sumber:

http://biografi-tokoh-pahlawan-indonesia.blogspot.co.id/2015/04/frans-kaisiepo-pahlawan-nasional-dari.html
Share:

Minggu, 19 Februari 2017

7 Fakta Seputar Uang Rupiah Baru Emisi 2016



1. Uang Rupiah Baru Ramah untuk Penyandang Tunanetra
     Salah satu yang ditingkatkan dalam uang rupiah baru adalah kode raba untuk mempermudah para penyandang tunanetra. Uang rupiah emisi 2016 ini telah disempurnakan dengan fitur kode tunanetra atau blind code dengan mengubah desain pada bentuk blind code yang berupa efek rabaan (tactile effect) untuk membantu penyandang tunanetra untuk membedakan antar pecahan uang rupiah. Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia melakukan uji coba fitur blind code  yang terdapat pada uang rupiah terhadap 10 orang. Dan benar saja, mereka dapat dengan mudah membedakan antara satu pecahan dengan pecahan-pecahan lain.

2. Uang Rupiah Baru dibilang Mirip Yuan
     Di beberapa media sosial seperti Facebook dan Twitter, banyak netizen yang mempersoalkan desain dari uang rupiah yang baru. Pasalnya uang rupiah tersebut dinilai mirip dengan mata uang China (Tiongkok) yaitu Yuan. Banyak yang bilang kalau desain rupiah meniru Yuan bahkan banyak pula yang mengatakan kalau pemerintah sekarang adalah antek-antek dari Tiongkok. Namun hal ini segera dibantah oleh Bank Indonesia (BI), BI menjelaskan bahwa desain baru uang kertas tersebut menggambarkan semangat Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sesuai dengan UU no. 7 Tahun 2011 tentang mata uang, yang menekankan semangat NKRI. Selain Yuan, ada juga netizen yang mengatakan kalau rupiah yang baru menyerupai Euro, Dollar Kanada, sampai Israeli new shekel.

3. Tingkat Keamanannya Termasuk yang Tertinggi di Dunia
     Uang rupiah yang baru memiliki sistem pengamanan 3 level dengan 9-12 jenis pengaman, dengan sistem pengamanan tersebut Rupiah bisa dibilang merupakan mata uang dengan sistem keamanan yang sangat kompleks jika dibandingkan dengan mata uang  negara lain.

4. Uang Rupiah Baru Bisa didapat di 45 Kantor Perwakilan BI
     Gubernur Bank Indonesia, Agus D.W. Martowardojo menyatakan, 45 kantor perwakilan BI di 33 provinsi di seluruh Indonesia sudah mulai melayani penukaran uang rupiah tahun emisi 2016. Dengan demikian masyarakat Indonesia sudah bisa menukarkan uang rupiah lama dengan uang rupiah baru di provinsi mereka masing-masing.

5. Biaya Pencetakan Uang Kertas Rupiah Baru Lebih besar dibanding Uang Logamnya
     Tidak seperti biasanya, uang kertas rupiah tahun emisi 2016 ini memiliki biaya pencetakan yang lebih mahal dibandingkan uang logam. Hal ini disebabkan oleh kertas khusus yang digunakan serta sistem pengamanan uang kertas rupiah yang sangat rumit. Seperti kata Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang BI, Suhaedi, "Biaya pencetakan uang sangat dipengaruhi oleh kompleksitas sistem pengamanan yang diaplikasikan dalam uang‎ itu sendiri," Meski begitu pihak Bank Indonesia enggan mempublikasikan biaya pencetakan uang rupiah baru tersebut karena dianggap merupakan informasi rahasia.

6. Penggunaan Gambar Pahlawan telah Mendapat Persetujuan dari Ahli Warisnya
     Hal ini sesuai dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia no. 31 Pasal 2 Tahun 2016 tentang Uang Rupiah Baru, yang berbunyi: Penggunaan gambar dan nama pahlawan nasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 telah mendapat persetujuan dari ahli waris masing-masing pahlawan nasional.

7. Lima Makna Uang Rupiah Baru
     Menurut Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo, Uang rupiah baru mengandung 5 makna penting. Apa sajakah itu?
Pertama, sebagai perwujudan kedaulatan RI. Apalagi, pada uang rupiah baru tersebut mencantumkan frasa Negara Kedaulatan Republik Indonesia.
Kedua, sebagai alat pembayaran yang sah dan wajib digunakan untuk transaksi di Indonesia.
Ketiga, sebagai upaya untuk menjaga ketersediaan uang.
Keempat, untuk menjaga kualitas uang rupiah.
Kelima, adanya uang rupiah baru sebagai penghormatan terhadap jasa pahlawan Republik Indonesia.

Sumber:



Share:

Peresmian Uang Baru



  Pada tanggal 19 Desember 2016, Bank Indonesia (BI) mengeluarkan 11 rupiah baru yang terdiri dari 7 pecahan uang kertas dan 4 pecahan uang logam. Rupiah kertas yang diterbitkan terdiri dari nominal Rp 100.000, Rp 50.000, Rp 20.000, Rp 10.000, Rp 5.000, Rp 2.000, dan Rp 1.000. Sementara rupiah logam terdiri atas pecahan Rp 1.000, Rp 500, Rp 200, dan Rp 100.

     Desain uang baru ini sejalan dengan rencana BI menerbitkan uang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hampir semua wajah pahlawan di uang tunai berganti, kecuali pecahan Rp 100.000. Pecahan Rp 100.000 tetap menampilkan wajah dua proklamator RI, yaitu Presiden dan Wakil Presiden pertama RI, Soekarno dan Mohammad Hatta.

     Bertepatan dengan Hari Bela Negara Indonesia, BI menerbitkan 11 desain baru rupiah yang terdiri dari 7 pecahan rupiah kertas dan 4 pecahan rupiah logam. Setelah diterbitkannya rupiah baru, maka uang rupiah yang sudah beredar di masyarakat masih berlaku dan masih bisa digunakan sebagai alat transaksi yang sah sampai BI menarik peredaran rupiah lama.

Sumber: Liputan 6
Share:

Fixed Sidebar (true/false)

Featured Post

BTemplates.com

Diberdayakan oleh Blogger.

Ads Top

ad728

Facebook

Recent

3/recent-posts

Comments

3/recent-comments

Recent Slider

5/Tech/feat-slider

Photography

3/Tech/post-per-tag

Videos

6/Tech/feat-videos

Beauty

4/Cars/post-per-tag

Culture

4/Future/post-per-tag

Follow Us @templatesyard

Anda Pengunjung Yang Ke

Cari Blog Ini

Main Slider

5/slider-recent

Technology

3/Tech/feat-grid

Android

5/Tech/feat-tab

iOS

5/Life%20Style/feat-tab

Windows

5/Cars/feat-tab

Business

5/Cars/feat-tab

Fashion

5/Cars/feat-tab

Fashion

5/Life%20Style/feat2

Post Top Ad

ad728

Author Details

Templatesyard is a blogger resources site is a provider of high quality blogger template with premium looking layout and robust design. The main mission of templatesyard is to provide the best quality blogger templates.

Sample Text

Tags

Supported By

Supported By

Labels

Budaya Panji (7) School Contest (13) Uang Rupiah Baru (14)

Header Ads

ad728

Breaking News

Pages

Popular

Labels